Warung Kelongtong : 8 Langkah Memulai Usaha Dagang di Area Desa

Warung Kelongtong : Peluang Usaha di Daerah Pedesaan - Artikel kali ini terinspirasi akan usaha yang orang tua saya sendiri miliki, yaitu usaha warung kelontong. Pada awal berdiri, usaha orang tua saya tersebut memanglah masih berbentuk warung kecil dengan ukuran 4 x 4 meter, dan alhamdulillah sekarang sudah menjadi sebuah toko kelontong yang cukup besar. Dan sudah melayani grosir untuk kulakan warung-warung kecil.


Sebuah warung untuk bisa berevolusi menjadi toko yang cukup besar, berdasar pengalaman usaha keluarga saya tersebut, menempuh waktu kurang lebih selama 4 tahun. Dan tentu waktu yang dihabiskan masih tergolong wajar, lantaran pengeluaran untuk kebutuhan keluarga saya sendiri sangatlah banyak, sehingga tidak bisa menyisihkan terlalu banyak uang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas warung.

Warung Kelongtong

Peluang Usaha Warung Kelontong di Daerah Desa

Bagi kamu yang saat ini lagi kebingungan menentukan usaha di daerah desa, saya rasa membuka warung kelontong adalah pilihan yang tepat.


Pernah ga sih kamu mengamati ada sebuah warung kelontong yang menjual banyak kebutuhan sehar-hari seperti sembako, tidak bisa menjual satu barang pun dalam sehari? Tidak pernah kan? ya tentu karena barang yang dijual merupakan bahan pangan serta kebutuhan pokok lainnya. Jadi ditiap harinya sudah pasti kamu akan mendapatkan omset.


Jika kamu tinggal di daerah pedesaan, membuka warung kelontong merupakan bisnis terbaik yang sangat berpeluang besar mendapatkan untung. Karena kebanyakan penduduk pedesaan lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di warung karena harganya yang murah jika dibanding dengan supermarket atau toko swalayan.

Saya sendiri sangat sering membanding-bandingkan harga antara supermarket dengan warung kelontong pedesaan, dan harganya pun memang jauh lebih murah warung di desa.

Contohnya waktu itu saya membeli roko di indomaret, karena kebetulan saya sedang berada di kota. Dan betapa kagetnya saya ketika mengetahui harga surya 16 di Indomaret berkisar 25.000. Yang mana biasanya saya membeli roko tersebut di warung hanya dengan harga 23.000.

Memulai Usaha Warung Kelontong

Jika kamu ingin membuka usaha warung kelontong di daerah sekitar rumah kamu, ada beberapa hal yang mesti dipersiapkan.
  1. Riset kebutuhan calon pembeli
  2. Analisis warung kompetitor
  3. Membuat daftar barang yang akan dijual
  4. Mendirikan bangunan warung
  5. Mempersiapkan modal yang dibutuhkan
  6. Mencari tempat kulakan dengan harga terendah
  7. Memperhitungkan untung yang akan diambil
  8. Memperkirakan kerugian
  9. Manajemen omset
Ketujuh rancangan usaha warung kelontong tersebut saya dapat dari hasil analis yang saya lakukan terhadap usaha toko kelontong milik keluarga saya sendiri, sejak awal berdiri hingga sekarang.

Dibawah ini telah saya bahas masing-masing poin perencanaan diatas.

1. Riset kebutuhan calon pembeli

Kalau yang namanya jualan, pasti tujuannya agar barangnya dibeli. Maka dari itu, agar warung kelontong kita bisa mendapatkan pembeli dengan jumlah banyak, dianjurkan agar melakukan riset terlebih dahulu mengenai apa saja barang yang dibutuhkan calon pembeli, terutama yang bertempat tinggal disekitar warung.

Kita ambil contoh saja salah satu kebutuhan pokok yaitu beras, lakukan riset terhadap orang-orang disekitar kamu perihal beras apa yang mereka gunakan.
Warung Kelongtong
Mungkin apabila kamu tinggal didaerah yang dihuni oleh banyak orang-orang menengah keatas, mereka lebih memilih untuk menggunakan beras dengan kualitas yang bagus, meski harganya agak sedikit mahal.

Jika kamu tinggal diantara orang-orang kalangan menengah kebawah, utamakan beras dagangan mu adalah yang memiliki harga terjangkau.

2. Analisis warung kompetitor

Semua usaha pasti memiliki pesaing, tak terkecuali warung kelontong sekalipun. Lakukan analisis terhadap warung pesaing mu, cermati apa yang mereka tidak jual namun banyak orang yang membutuhkan produk tersebut.

Meski warung kelontong kompetitor kamu sudah lebih dulu berdiri, jangan berpikiran bahwa warung kamu nantinya akan sulit laku.

Maka dari itu, lakukan riset terhadap pesaing, ini berguna agar saat ada orang yang mencari barang ke warung pesaing kamu dan ternyata tidak ada, lalu pembeli berpindah ke warung kamu dan barang yang dicari ada, maka pembeli tersebut akan senantiasa berlangganan ke warung kelontong kamu.

3. Membuat daftar barang yang akan dijual

Setelah melakukan riset kebutuhan calon konsumen dan analisis barang apa yang tidak dijual di warung kompetitor. Langkah selanjutnya adalah membuat daftar mengenai barang apa saja yang akan dijual nanti, sehingga hal tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan pengeluaran modal awal.

Kamu bisa membuat list daftar barang kebutuhan pokok terlebih dahulu, seperti beras, gula, minyak goreng dan sebagainya. Kemudian dilanjut dengan kebutuhan sekunder seperti jajanan, kopi saset, roko dan lainnya.

4. Mendirikan bangunan warung

Jika kamu belum memiliki bangunan atau ruangan yang akan digunakan untuk berjualan, kamu bisa menyisihkan sedikit modal untuk mendirikan warung. Buatlah bangunan dengan struktur yang mudah serta layak untuk tempat jual beli.

Seperti memberikan pintu berukuran besar (misal rolling door), tempat untuk menaruh etalase, dan lainnya.

Dirikan warung di area strategis seperti pinggir jalan, serta tempat-tempat yang mudah terjangkau lainnya. Hal ini agar barang daganganmu tidak hanya terjual untuk warga sekitar saja, melainkan pada konsumen luar, seperti halnya pengendara motor yang lewat kemudian mampir untuk sekedar membeli roko

Jika bangunan warung kelontong sudah berdiri, jagalah kebersihan akan tempat jualan kamu, karena hal ini tentu berpengaruh terhadap penilaian konsumen. Apalagi jika yang kamu jual itu merupakan kebutuhan pokok mendasar seperti bahan pangan, tentu orang akan lebih pikir-pikir mengenai kebersihan bahan pangan yang dijual tersebut.

5. Mempersiapkan modal

Setelah melalui 4 step diatas, kita jadi bisa memperkirakan berapa modal yang mesti dikeluarkan. Meski kita tidak bisa menganilisis pengeluaran untuk modal secara akurat, setidaknya lakukan penjumlahan masing-masing modal berdasar dari harga tertinggi, agar nantinya kita tidak mengalami kekurangan modal jika ternyata uang yang mesti dikeluarkan tidak sesuai perkiraan.

Untuk melakukan perincian modal kualakan, alias grosir kebutuhan warung kelontong. Ambillah harga berdasar nominal normal warung kecil menjualnya, karena nantinya harga kulakan yang didapat akan sedikit lebih rendah dari harga eceran.

6. Mencari tempat kulakan dengan harga terendah

Yang berikutnya kamu bisa mencari tahu dimana tempat warung kelontong pesaing kamu kulakan, lalu usahakan agar kamu bisa menemukan tempat kulakan yang lebih rendah dibanding kompetitor.

Hal ini bertujuan agar kamu bisa mengambil untuk lebih banyak jika menjualnya dengan harga yang sama dengan kompetitor, atau menaruh harga lebih rendah dari pesaing untuk mendapat lebih banyak pembeli.
Warung Kelongtong

7. Memperhitungkan untung yang akan diambil

Selanjutnya, kamu bisa memperkirakan seberapa keuntungan uang dari hasil penjualan yang ingin kamu ambil.

Untuk warung kelontong sendiri, mereka hanya mengambil untung 5% - 10% saja dari harga kulakan per item. Jangan mengambil keuntungan terlalu besar, atau malah membuat harga lebih tinggi dari pesaing, ini sama saja bunuh diri.

Setidaknya berikan harga dan keuntungan yang sama dengan kompetitor, namun jika ingin mengambil keuntungan yang lebih besar, maka carilah tempat kulakan yang memiliki harga lebih rendah dari pesaing seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

8. Memperkirakan kerugian

Dalam bisnis, apalagi dagang, tidak mungkin jika kita selalu untung. Adakalanya kita mengalami kerugian, seperti barang yang tidak kunjung terjual hingga kadaluarsa, barang dagangan yang dimakan tikus, rusak dan sebagainya.

Kamu harus siap dengan kemungkinan buruk tersebut, maka dari itu dari awal sebelum kamu mulai memutuskan untuk membuka warung, perkirakan kerugian yang mungkin dan pasti akan kamu alami.

Untuk meminimalisir kerugian tersebut, kamu bisa melakukan penataan barang dagangan secara rapi dan terstruktur, menempatkannya pada satu kelompok agar tidak ada kekeliruan yang mungkin menyebabkan kerusakan barang dagangan.
Warung Kelongtong

9. Manajemen omset

Dari semua strategi dagang warung kelontong, poin ke 8 ini adalah yang terpenting, dimana kemajuan serta kesuksesan usaha kamu sangatlah bergantung pada manajemen omset yang didapat.

Kamu harus bisa memanajemen uang yang kamu miliki dari hasil berjualan, misalnya saja sekian persen untuk modal kulakan kembali, lalu untuk kebutuhan sehari-hari, renovasi warung, pembangunan untuk kemajuan warung kelontong dan sebagainya.

Dalam bisnis usaha saya, saya menerapkan manajemen keuangan sebagai berikut.

70% modal kulakan barang selanjutnya, 20% keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, 10% uang mati yang mana digunakan disaat kepepet, misalnya saat pendapatan mengalami penurunan, maka uang mati tersebut akan saya gunakan untuk menutup pengeluaran kulakan maupun kebutuhan.

Jadi uang mati tersebut bisa disebut juga sebagai tabungan untuk keadaan genting, atau bisa juga digunakan sebagai biaya pembangunan warung kelontong agar terlihat lebih jos.

Nah itulah beberapa langkah memulai usaha warung kelontong yang bisa mimin bagikan, dan mimin mau membagikan satu kutipan menarik dari seorang pengusaha terkaya di Indonesia yaitu Bob Sadino yang berkata, "Usaha atau bisnis yang bagus itu ya yang dimulai, bukan yang ditanyakan atau dicari strateginya di Google terus" hehe.

Tidak ada komentar untuk "Warung Kelongtong : 8 Langkah Memulai Usaha Dagang di Area Desa"